Salah Tapi Tetap Ngotot Benar, Psikolog : Kecenderungan Delusional

Ketika bermain secara berkelompok, ada kalanya kita berhadapan dengan orang yang menganggap dirinya menang, padahal sejatinya kalah. Pemain itu bisa saja mengumumkan dirinya sebagai menang, meski kenyataannya sebaliknya.

Psikolog mengatakan keyakinan yang bertentangan dengan persepsi semua orang yang turut serta dalam permainan itu bukan bentuk kepercayaan diri yang tinggi, melainkan penyimpangan kepribadian di mana orang tersebut melawan azas yang secara umum berlaku.

“Mereka menghindar dari aturan yang ada. Sehingga seakan-akan berada pada dunianya sendiri yang tidak sama dengan yang normatif,”

Dalam psikologi menjelaskan, kondisi seperti ini disebut dengan kecenderungan delusional. Kecenderungan delusional memiliki nilai reality testing yang bermasalah. Hal tersebut dapat dibuktikan masyarakat awam dengan membandingkan orang dengan kecenderungan delusional dan realita yang ada.

Kalau seseorang mengalami kecenderungan delusional, psikolog akan menyebut reality testing-nya kacau. Karena dia mengingkari realitas yang umum. Jadi tinggal dilihat saja, apakah kriteria tersebut sesuai dengan orang yang sedang diobservasi,” katanya.

Sebaliknya, bagi mereka yang mengakui kekalahan, secara normal, perlawanan atau keinginan untuk menang bagi seseorang tetap ada. Meski demikian, orang-orang yang mengaku kalah menyatakan keinginan untuk melihat hasil akhir dan bukan terus berambisi dan menyuarakan kemenangannya.

"Boleh memberikan pembelaan dengan ‘kita tunggu hasil resminya saja’ dan berharap menang. Tapi bukan menolak dan memastikan diri menang. Itu sudah penyimpangan,”

Artikel Pilihan:

Use parse tool to easy get the text style on disqus comments:
Show Parser Hide Parser